Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — Di bawah komando Fuad Mukhtar, DPMPPKB Aceh Utara mengusung paradigma baru dalam menangani stunting: membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi utama.
Fuad meyakini bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi bagian dari kualitas pembangunan manusia secara menyeluruh.
“Jika kita ingin generasi unggul, maka keluarga harus jadi ruang tumbuh yang sehat dan penuh kasih. Tidak cukup hanya kasih makan, tapi juga kasih sayang, kasih perhatian, dan kasih pendidikan,” ujarnya.
Program-program DPMPPKB kini tidak hanya berorientasi pada fisik anak, tetapi juga kesehatan mental ibu, hubungan antaranggota keluarga, dan penguatan ekonomi rumah tangga.
Melalui pendekatan integratif, DPMPPKB menggandeng dinas lain untuk memberikan pelatihan keterampilan ekonomi, parenting, hingga konseling keluarga. “Kita tidak hanya cegah stunting, tapi juga cegah perceraian, kekerasan rumah tangga, dan kemiskinan ekstrem,” tambah Fuad.
Ia menegaskan bahwa arah pembangunan keluarga kini harus mengedepankan kualitas, bukan kuantitas. “Bukan soal berapa banyak anak kita, tapi seberapa siap kita sebagai orang tua untuk mendidik dan menyehatkan mereka,” katanya.
Fuad berharap, arah baru ini dapat menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan, mulai dari desa hingga kabupaten. Karena menurutnya, masa depan daerah sangat tergantung pada kualitas keluarga hari ini. (ADV)