Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — Mengusung semangat membangun dari pinggiran, Kepala DPMPPKB Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.SM., aktif melakukan kunjungan langsung ke berbagai gampong yang menjadi sasaran intervensi stunting. (13/06/25).
Kunjungan ini tidak sebatas seremoni, tapi menjadi forum dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam setiap kunjungannya, Fuad menyerap langsung keluhan, tantangan, sekaligus ide-ide lokal dari kader kesehatan, ibu-ibu rumah tangga, hingga para geuchik. Menurutnya, pendekatan bottom-up jauh lebih efektif dalam menyesuaikan strategi penanganan stunting dengan kondisi masing-masing gampong.
“Setiap desa punya cerita sendiri soal gizi anak dan kesehatan keluarga. Apa yang berhasil di satu tempat belum tentu bisa disalin mentah-mentah ke tempat lain. Kita harus belajar dari warga,” ujarnya saat berkunjung ke Gampong Seuneubok Punti.
Salah satu fokus dalam kunjungan itu adalah meninjau efektivitas Posyandu, Dapur Sehat Balita (DASHAT), serta pemanfaatan dana desa untuk intervensi spesifik gizi. Ia mengapresiasi gampong-gampong yang telah mengalokasikan anggaran yang cukup dan tepat sasaran.
Fuad juga memotivasi para kader untuk tidak lelah melakukan penyuluhan, meskipun tantangan di lapangan cukup berat.
“Perubahan tidak bisa instan. Tapi jika kita konsisten, maka kita akan panen generasi yang sehat di masa depan,” tambahnya.
Ia berharap, kunjungan lapangan ini menjadi pengingat bahwa tugas membangun manusia bukan hanya pekerjaan kantor, tetapi pekerjaan kemanusiaan yang memerlukan empati, kehadiran, dan komitmen bersama. (ADV)