Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — DPMPPKB Aceh Utara memperluas kolaborasi dalam penanganan stunting dengan menggandeng tokoh adat dan ulama.
Langkah ini dinilai strategis untuk menembus sekat-sekat budaya dan nilai-nilai yang selama ini menjadi tantangan dalam penyuluhan kesehatan. (18/07/25).
Kepala Dinas, Fuad Mukhtar, mengatakan bahwa pengaruh tokoh agama dan adat di masyarakat Aceh sangat besar. Oleh karena itu, mereka harus dijadikan mitra dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami ajak ulama untuk menyisipkan pesan-pesan gizi, sanitasi, dan parenting dalam khutbah atau pengajian. Ini cara kita menyesuaikan dakwah dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Langkah ini disambut baik oleh MPU dan imum mukim yang turut terlibat aktif dalam kegiatan kampanye stunting. Mereka mengakui bahwa peran agama tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga kesehatan dan kehidupan keluarga.
Dalam beberapa kegiatan, tokoh adat turut hadir untuk menyampaikan pentingnya menjaga keturunan yang sehat. Mereka mengaitkan isu stunting dengan amanah terhadap generasi masa depan.
Dengan pendekatan berbasis budaya dan agama ini, DPMPPKB berharap pesan kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan diinternalisasi masyarakat di tingkat akar rumput. (ADV)