Aceh Utara, DOBRAPOST.COM — Dalam upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan, DPMPPKB Aceh Utara memperkuat pendekatan edukatif melalui Posyandu dan sekolah.
Strategi ini dianggap strategis karena menyasar dua kelompok penting: ibu balita dan anak usia sekolah. (14/07/25).
Kepala DPMPPKB, Fuad Mukhtar, mengatakan bahwa Posyandu bukan hanya tempat timbang badan, tapi juga ruang belajar keluarga. “Kami latih kader Posyandu untuk menyampaikan pesan gizi dan parenting yang efektif kepada para ibu,” ujarnya.
Selain Posyandu, sekolah juga menjadi sasaran penting. Remaja, khususnya siswi, mendapatkan edukasi tentang gizi remaja, anemia, dan pentingnya asupan nutrisi sejak dini. Ini dinilai sebagai investasi jangka panjang karena kelak mereka akan menjadi ibu.
DPMPPKB menggandeng guru dan kepala sekolah untuk menyisipkan pesan-pesan stunting dalam pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Program ‘Remaja Peduli Stunting’ telah berjalan di beberapa SMP dan SMA di Lhoksukon dan sekitarnya.
“Remaja harus tahu bahwa gizi buruk hari ini bisa berdampak puluhan tahun ke depan. Mereka harus jadi pelopor generasi sehat,” tambah Fuad.
Dengan kolaborasi antara kader, guru, dan orang tua, DPMPPKB berharap informasi yang diberikan tidak berhenti di ruang kelas atau Posyandu, tetapi menyebar luas ke rumah dan komunitas. (ADV)