Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM – Instalasi Farmasi RSU Cut Meutia (RSUCM) terus meningkatkan standar pelayanan dengan menerapkan sistem penggunaan obat yang rasional, transparan, dan edukatif bagi pasien. Kamis (05/03/25).
Direktur RSUCM, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, menegaskan bahwa pengelolaan farmasi yang baik bukan sekadar distribusi obat, melainkan bagian integral dari terapi pasien.
“Penggunaan obat harus sesuai indikasi, tepat dosis, dan tepat waktu. Ini prinsip yang kami pegang teguh,” ujarnya.
Farmasi RSUCM telah menggunakan sistem komputerisasi resep untuk memastikan kecepatan, ketepatan, dan keamanan pengeluaran obat.
Obat-obatan yang tersedia diinstalasi farmasi telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan Formularium Nasional dan RSUCM. Ini menjamin kualitas, efektivitas, serta efisiensi pengobatan.
Selain itu, apoteker yang bertugas aktif memberikan informasi kepada pasien mengenai aturan konsumsi, efek samping, dan interaksi obat.
Layanan farmasi juga meliputi konseling farmasi klinis untuk pasien rawat inap, terutama pada kasus kronis atau polifarmasi.
Sistem antrean farmasi telah terintegrasi dengan digitalisasi rumah sakit untuk mempercepat pelayanan. Layar antrean tersedia di ruang tunggu dengan informasi estimasi waktu pengambilan obat.
Farmasi RSUCM melayani pasien BPJS, asuransi, maupun umum secara setara. Hak pasien untuk mendapat informasi dan obat yang sesuai menjadi prioritas.
“Tujuan akhir kami bukan sekadar membagikan obat, tapi memastikan terapi berjalan optimal dengan pemahaman yang baik dari pasien,” pungkas dr. Syarifah. | ADVETORIAL