Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, DPMPPKB Kabupaten Aceh Utara menggagas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah pendekatan berbasis empati dan gotong royong.
Inovasi ini mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan, baik individu maupun institusi.
Kepala DPMPPKB Fuad Mukhtar menjelaskan bahwa Gerakan Genting lahir dari kesadaran bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Diperlukan peran serta aktif masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi.
“Genting bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk kepedulian langsung terhadap tumbuh kembang anak-anak kita,” kata Fuad. (10/06/25).
Gerakan ini menghubungkan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko stunting dengan figur-figur orang tua asuh. Mereka tidak hanya memberikan asupan gizi, tetapi juga menjadi pendamping psikologis dan edukatif bagi keluarga tersebut.
Program Genting juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, aparatur sipil negara, hingga pelaku usaha lokal. Mereka diarahkan untuk tidak hanya menyumbang secara finansial, tetapi juga berinteraksi dan memberikan dukungan nyata dalam kehidupan sehari-hari anak-anak dampingan.
Menurut Fuad, salah satu dampak positif dari gerakan ini adalah meningkatnya kesadaran publik tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan perawatan anak yang optimal.
“Anak-anak yang sebelumnya kurang diperhatikan kini tumbuh lebih baik secara fisik dan emosional,” ujarnya.
DPMPPKB menargetkan seluruh kecamatan di Aceh Utara memiliki kelompok relawan orang tua asuh aktif pada akhir tahun 2025. Gerakan Genting kini bukan hanya menjadi strategi, tetapi juga menjadi gerakan moral bersama demi generasi masa depan yang lebih sehat. (ADV)