Jakarta, DOBRAKPOST – Setelah berminggu-minggu ketegangan memuncak di Timur Tengah, Pemerintah Israel dikabarkan telah menyampaikan pesan tidak langsung kepada Teheran, yang berisi keinginan untuk mengakhiri eskalasi militer.
Langkah ini muncul usai serangkaian serangan udara dan operasi militer yang menargetkan fasilitas strategis Iran, termasuk yang berkaitan dengan program nuklirnya.
Menurut laporan media Channel 12 Israel, pemerintah Benjamin Netanyahu kini mempertimbangkan penghentian operasi militer bertajuk Rising Lion, yang selama ini diklaim bertujuan melumpuhkan kemampuan rudal balistik dan program nuklir Iran.
Sumber militer Israel menyebut sebagian besar target strategis dalam operasi tersebut telah berhasil dicapai.
“Israel menganggap sebagian besar objektif strategis telah dipenuhi,” tulis laporan Channel 12, Senin (24/6/2025). “Kini ada opsi yang dibuka untuk mengakhiri perang.”
Langkah ini mencuat di tengah laporan bahwa Amerika Serikat, sekutu utama Israel, juga mulai menurunkan intensitas keterlibatan militernya.
Serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran sepekan lalu dinilai menjadi penanda puncak dari konfrontasi terbaru yang melibatkan kekuatan Barat dan Timur Tengah.
Seorang pejabat Israel, sebagaimana dikutip The Times of Israel, menyatakan bahwa bola kini berada di tangan Iran.
“Itu tergantung pada Iran, bukan pada kami. Kami senang untuk mengakhirinya sekarang; jika ada kesepakatan pada akhirnya, Israel akan puas dengan hasilnya,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.
Pernyataan ini memunculkan spekulasi bahwa Israel tengah menyiapkan jalan diplomasi setelah menyadari dampak strategis dan politik dari konflik berkelanjutan.
Beberapa analis menilai sikap ini sebagai sinyal bahwa Tel Aviv tidak menginginkan perang jangka panjang dengan Teheran, yang berpotensi menguras sumber daya dan menimbulkan ketidakstabilan lebih besar di kawasan.
Namun, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait tawaran penghentian operasi militer dari Israel.
Rezim di Teheran sebelumnya menegaskan bahwa setiap tindakan ofensif terhadap kedaulatan negaranya akan dibalas dengan cara yang “menyesakkan dan tidak terduga”.
Ketegangan antara Iran dan Israel bukan hal baru, namun eskalasi terbaru ini tergolong paling serius dalam dekade terakhir.
Jika kedua pihak benar-benar mempertimbangkan jalur diplomatik, maka dunia akan menyaksikan babak baru dalam sejarah hubungan permusuhan dua kekuatan utama Timur Tengah ini.
Sementara itu, komunitas internasional terus memantau dengan cermat perkembangan situasi, mengingat besarnya potensi dampak terhadap keamanan global dan stabilitas pasar energi dunia. **