Aceh Utara, DOBARAKPOST.COM | Penderitaan warga di Gampong Alue Bili Geulumpang kian memprihatinkan. Pasalnya, pasokan air bersih dari PDAM Aceh Utara hingga kini belum juga normal, meski sudah memasuki lima bulan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi ini membuat masyarakat harus berjuang ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga keperluan lainnya. Sebagian warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan jarak yang cukup jauh, bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Sudah lima bulan air tidak hidup. Kami sangat kesulitan, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari. Harapan kami pemerintah segera turun tangan,” ujar salah satu warga.
Warga mengaku kondisi ini sangat membebani, terlebih hingga kini belum ada kejelasan kapan layanan air bersih akan kembali normal. Mereka berharap adanya solusi cepat dan konkret dari pihak terkait, baik melalui perbaikan jaringan PDAM maupun bantuan distribusi air bersih secara rutin.
Selain itu, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar lebih peka terhadap kondisi yang mereka alami. Warga meminta adanya perhatian serius melalui langkah nyata, seperti percepatan perbaikan infrastruktur, pengawasan terhadap kinerja PDAM, serta penyediaan bantuan darurat berupa air bersih selama masa krisis berlangsung.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya turun melihat kondisi di lapangan, tetapi juga segera mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Mereka menilai, persoalan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda penanganannya.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah, jangan biarkan kami terus menderita. Kami butuh solusi nyata secepatnya agar kehidupan bisa kembali normal,” ungkap warga lainnya (Zulfikar)










