Aceh Tenggara, DOBRAKPOST.COM | Program Pokok Pikiran (Pokir) milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat, Nurdiansyah Alasta, menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis. Bantuan berupa becak motor (bentor) yang disalurkan kepada masyarakat diduga hanya diberikan kepada tim suksesnya saat Pemilu lalu.
Ketua aktivis Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, menyatakan bahwa pembagian bentor ini dinilai tidak tepat sasaran.
“Kami menduga penerima bantuan bentor ini sebagian besar adalah tim sukses dari Nurdiansyah saat Pemilu kemarin, bukan abang becak yang memang berprofesi di bidang itu,” ujar Dahrinsyah, Sabtu (2/8/2025).
Menurutnya, dari 30 penerima bentor, mayoritas bukan berlatar belakang sebagai tukang becak di Aceh Tenggara. Bahkan, beberapa di antaranya diduga hanya menjadi abang becak ‘dadakan’ demi bisa menerima bantuan tersebut.
“Ini menimbulkan tanda tanya besar. Jika benar demikian, sangat disayangkan karena program ini jadi tidak tepat sasaran,” tambahnya.
Dahrinsyah juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan dana Pokir. “Pokir itu harus jelas output-nya. Kalau memang penerimanya benar-benar abang becak, maka program ini tepat. Tapi jika tidak, ada potensi bantuan itu diperjualbelikan. Maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Proyek pengadaan bentor ini merupakan bagian dari Pokir Nurdiansyah yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 8 meliputi Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Penyaluran bantuan dilakukan di halaman Kantor Koperasi Aceh Tenggara.
Wartawan DOBRAKPOST.COM telah menghubungi drh. Nurdiansyah melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait tudingan tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.