Dobrak Post
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan
Dobrak Post
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
Dobrak Post
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan

Dana Debat Nyaris 1 Milyar, Publik Curigai Kesepakatan Jahat EO dan KIP Lhokseumawe

Redaksi by Redaksi
12 November 2024
in Aceh
A A
0
Dana Debat Nyaris 1 Milyar, Publik Curigai Kesepakatan Jahat EO dan KIP Lhokseumawe
Share on FacebookShare on Twitter

Lhokseumawe, DOBRAK POST – Penyelenggaraan debat Pilkada Lhokseumawe dengan anggaran fantastis sebesar 944 juta rupiah memicu sorotan tajam dan kritik dari berbagai pihak.

Dalam konteks demokrasi, anggaran publik pada kegiatan pilkada seharusnya bukan hanya soal angka, namun juga tentang akuntabilitas dan efisiensi.

Sayangnya, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe justru bersikeras untuk tidak membuka rincian penggunaan dana, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan integritas dalam pengelolaan anggaran.

Related Posts

Banjir dan Padamnya Listrik Aceh: Alarm Ketahanan Energi Daerah

Banjir dan Padamnya Listrik Aceh: Alarm Ketahanan Energi Daerah

3 Januari 2026
Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Senilai 75 Miliar Tiba di Aceh

Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Senilai 75 Miliar Tiba di Aceh

18 Desember 2025
Transparansi Dilanggar, Pengelolaan Barang dan Jasa PT PIM Diduga Rugikan Negara: Penegak Hukum Diminta Segera Bertindak

Transparansi Dilanggar, Pengelolaan Barang dan Jasa PT PIM Diduga Rugikan Negara: Penegak Hukum Diminta Segera Bertindak

17 Desember 2025
Bocornya Pendapatan Aset Eks PT. Aron, Penegak Hukum Diminta Panggil Dalang Mafia Aset Negara

Bocornya Pendapatan Aset Eks PT. Aron, Penegak Hukum Diminta Panggil Dalang Mafia Aset Negara

17 Desember 2025

Menurut Ketua KIP Lhokseumawe, Hakim, anggaran debat pertama sudah mencapai 420 juta rupiah, termasuk sekitar 400 juta yang dialokasikan untuk Event Organizer (EO), Salindino.

Namun, dalam rincian yang minim ini, hanya 10 juta rupiah yang disebutkan sebagai biaya sewa gedung IAIN. Untuk rincian lainya, Hakim menolak membocorkan kepublik.

Justru publik berhak bertanya,ke mana sisa anggaran besar itu dialokasikan? Hakim menyatakan bahwa “KIP tidak memiliki kewajiban untuk membuka rincian anggaran kepada publik”.

Sungguh, sebuah pernyataan yang, bagi sebagian kalangan, bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar pengelolaan dana publik.

Apakah memang ada urgensi untuk merahasiakan rincian anggaran? Dalam demokrasi yang sehat, pengelolaan dana publik seharusnya terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Transparansi bukan sekadar formalitas,ia adalah fondasi kepercayaan publik. Menolak membuka rincian anggaran justru mengundang kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan etika pengelolaan dana publik yang baik.

Sorotan utama dalam debat ini tidak hanya soal besarnya anggaran, namun juga efisiensi penggunaan dana. EO yang ditunjuk, Salindino, menerima alokasi sekitar 944 juta rupiah, versi Hakim.

Namun, kualitas teknis yang disuguhkan tidak sebanding dengan biaya tersebut. Bila dengan anggaran sebesar itu kualitas masih di bawah standar, pertanyaannya adalah, apakah anggaran ini sudah dikelola dengan benar?

Menggarisbawahi bahwa efektivitas dana tidak hanya tentang menghabiskan jumlah yang besar, tetapi juga tentang memberikan hasil yang optimal.

Dalam penyelenggaraan debat, dana yang besar seharusnya berbanding lurus dengan kualitas penyelenggaraan yang memadai. Bila tidak demikian, publik pantas bertanya apakah anggaran yang dikeluarkan benar-benar dialokasikan sesuai kebutuhan atau hanya menjadi angka besar tanpa realisasi yang efektif.

Di balik penolakan KIP untuk membuka rincian anggaran, muncul pertanyaan, apa yang sebenarnya disembunyikan? Transparansi bukan hanya masalah teknis pengelolaan keuangan, melainkan adalah landasan untuk menjaga integritas sebuah proses demokrasi.

Publik mulai mengkhawatirkan apakah dana tersebut benar-benar dialokasikan untuk kegiatan yang produktif atau dialihkan untuk kepentingan tertentu yang tidak relevan.

Dugaan bahwa anggaran telah “dibengkakkan” atau bahkan “disunat” menjadi perbincangan publik.

Ketika sebuah lembaga yang mengelola dana publik menolak transparansi, ia sekaligus melemahkan kepercayaan masyarakat dan membuka celah untuk spekulasi negatif yang bisa merugikan kredibilitas lembaga tersebut.

Pada akhirnya, pertanyaan dari masyarakat sangat mendasar, bagaimana dana hampir satu miliar ini digunakan, dan mengapa KIP begitu enggan mengungkapkan perinciannya?

Transparansi bukan semata-mata kewajiban administratif, ia adalah bentuk penghormatan terhadap rakyat yang menjadi pemilik dana tersebut.

Bila KIP tak mampu atau tak bersedia mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran dengan terbuka, maka lembaga ini sejatinya telah gagal dalam memenuhi tuntutan etika demokrasi.

Sikap KIP Lhokseumawe hari ini, telah bertentangan dengan tema debat perdana itu “Pengembangan infrastruktur, pembangunan ekonomi rakyat, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan”.

Untuk diketahui, dana secara keseluruhan untuk Pilkada Kota Lhokseumawe yang tercantum dalam MPH 2024 sebesar 22 miliar rupiah telah disusun dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan kebutuhan.

Penulis: Tim redaksi
Tags: DEBATIAINKIP LhokseumawePemimpinPilkadaTertutupTranparansiWalikota
ShareTweetPinSendShare
Previous Post

Banjir Terjang Wisata Lawe Sikap Aceh Tenggara, Jembatan Penghubung Ambruk

Next Post

Persoalan Rekrutmen Distributor Pupuk di Bireuen, Masalah TDG dan Dugaan Intervensi

Konten terkait

Banjir dan Padamnya Listrik Aceh: Alarm Ketahanan Energi Daerah
Aceh

Banjir dan Padamnya Listrik Aceh: Alarm Ketahanan Energi Daerah

3 Januari 2026

Oleh: Arnawan Hasibuan, Dosen Teknik Elektro Universitas Malikussaleh | Periset Keberlanjutan Energi Banjir yang...

Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Senilai 75 Miliar Tiba di Aceh
Aceh

Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua Senilai 75 Miliar Tiba di Aceh

18 Desember 2025

Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM | Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, meninjau langsung kedatangan 700 ton...

Transparansi Dilanggar, Pengelolaan Barang dan Jasa PT PIM Diduga Rugikan Negara: Penegak Hukum Diminta Segera Bertindak
Aceh

Transparansi Dilanggar, Pengelolaan Barang dan Jasa PT PIM Diduga Rugikan Negara: Penegak Hukum Diminta Segera Bertindak

17 Desember 2025

Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM | Dugaan penyimpangan serius terungkap dalam pengelolaan barang dan jasa di...

Bocornya Pendapatan Aset Eks PT. Aron, Penegak Hukum Diminta Panggil Dalang Mafia Aset Negara
Aceh

Bocornya Pendapatan Aset Eks PT. Aron, Penegak Hukum Diminta Panggil Dalang Mafia Aset Negara

17 Desember 2025

Lhokseumawe, DOBRAKPOST.COM | Aset eks PT. Aron yang dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)...

Next Post
Persoalan Rekrutmen Distributor Pupuk di Bireuen, Masalah TDG dan Dugaan Intervensi

Persoalan Rekrutmen Distributor Pupuk di Bireuen, Masalah TDG dan Dugaan Intervensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

  • Polsek Baktiya Cek Pabrik Sagu Diduga Cemari Sungai di Alue Bilie Rayek

    Polsek Baktiya Cek Pabrik Sagu Diduga Cemari Sungai di Alue Bilie Rayek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Bulan lebih Pascabanjir, Air PDAM Tak Mengalir, Warga Alue Bili Geulumpang Minta Evaluasi PDAM Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejumlah Anggota DPRK Aceh Utara Diduga “Rampok” Bantuan Banjir di Pendopo Bupati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Lhokseumawe Gelar Konferensi II, Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banjir dan Padamnya Listrik Aceh: Alarm Ketahanan Energi Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terbaru

Polsek Baktiya Cek Pabrik Sagu Diduga Cemari Sungai di Alue Bilie Rayek

Polsek Baktiya Cek Pabrik Sagu Diduga Cemari Sungai di Alue Bilie Rayek

30 Januari 2026
Dua Bulan lebih Pascabanjir, Air PDAM Tak Mengalir, Warga Alue Bili Geulumpang Minta Evaluasi PDAM Aceh Utara

Dua Bulan lebih Pascabanjir, Air PDAM Tak Mengalir, Warga Alue Bili Geulumpang Minta Evaluasi PDAM Aceh Utara

29 Januari 2026
PWI Lhokseumawe Gelar Konferensi II, Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Pers

PWI Lhokseumawe Gelar Konferensi II, Momentum Regenerasi dan Penguatan Peran Pers

29 Januari 2026
PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Ikuti Retret di Pusdikat Kemhan Bogor

PWI Aceh Kirim 8 Wartawan Ikuti Retret di Pusdikat Kemhan Bogor

24 Januari 2026
Air Bersih Tak Kunjung Normal, Warga Baktiya Minta Bupati Pantau Kinerja Dinas Terkait

Air Bersih Tak Kunjung Normal, Warga Baktiya Minta Bupati Pantau Kinerja Dinas Terkait

18 Januari 2026
Dobrak Post

Berita terkini dan terpercaya di DobrakPost.com. Kami hadirkan arus informasi yang tajam dan kritis ke dalam genggaman Anda.

Tags Trending

Aceh Aceh Tenggara Aceh Utara Advetorial Alas Ayahwa BANDA ACEH BAWASLU Bener Meriah BUPATI BUPATI ACEH UTARA dana desa Dinkes DPMPPKB DPRA Indonesia JMSI kepala desa Kesehatan KIP korupsi Kuta Cane KUTACANE Lhokseumawe MAHASISWA News PANWASLIH PEMA Pilkada PILKADA 2024 Pilkada damai Polda Aceh Polisi Politik Polres Polres Aceh Utara Polres Lhokseumawe Polri Populer PWI RSUCM RSU Cut Mutia STUNTING Walikota Wartawan

Media Sosial

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

© 2025 Dobrak Post. Diterbitkan oleh PT Dobrak Media Utama.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan

© 2025 Dobrak Post. Diterbitkan oleh PT Dobrak Media Utama.