Aceh Besar, DOBRAKPOST – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-16, Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Aceh Besar menggelar kegiatan silaturahmi dan aksi bersih pantai di kawasan wisata Teupin Gaki Tuan, Gampong Moun Ikuen, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Kegiatan ini melibatkan unsur Muspika Kecamatan Lhoknga, aparatur gampong, mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes RI, perwakilan nelayan, serta pihak pendukung dari PT Rafaloen Mandiri dan PT Solusi Bangun Andalas (SBA).
Ketua DPD KNTI Aceh Besar, Muliadi Muchtar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan KNTI dalam merawat kebersamaan dan menyuarakan isu-isu strategis masyarakat pesisir. Mengusung tema “Berdaulat dan Berjaya”, peringatan ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus advokasi terhadap berbagai persoalan nelayan.
“Masalah utama kami saat ini adalah akses terhadap BBM bersubsidi. Banyak nelayan kesulitan mendapatkan kartu pas atau rekomendasi. KNTI siap membantu proses administratif agar hak nelayan bisa terpenuhi,” ungkap Muliadi.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam memandang nelayan. “Jangan lagi nelayan dijadikan simbol kemiskinan. Mereka adalah penjaga laut yang harus diperhatikan dan diberdayakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Junaidi, mengulas sejarah KNTI yang berdiri sejak 2009 sebagai wadah perjuangan nelayan tradisional. Ia menyoroti beragam kendala seperti minimnya fasilitas melaut, sulitnya akses subsidi, serta lemahnya perlindungan ekosistem pesisir.
“Kami mendorong pembentukan koperasi dan penerbitan NPUK agar nelayan memiliki legalitas untuk mengakses program pemerintah, terutama subsidi BBM,” jelas Junaidi.
Menurutnya, kerusakan ekosistem laut juga menjadi tantangan serius. “Sekarang nelayan harus melaut hingga dua jam ke tengah karena ikan di pesisir makin sulit ditemukan. Pemerintah perlu mengintervensi dengan program restorasi pesisir,” ujarnya.
Kegiatan ini ditutup dengan makan siang bersama dan sesi bincang santai dengan media. KNTI berharap kegiatan ini menjadi penguat solidaritas antar pemangku kepentingan serta membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional di Aceh Besar.