Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM | Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional dan memperkuat ekonomi masyarakat, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe, dan Jaringan Media siber Indonesia (JMSI) Lhokseumawe – Aceh Utara Sayuti Achmad, menginisiasi penanaman jagung seluas 10 hektare di Desa Buket Darabaro, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Setelah beberapa bulan masa tanam, kini ladang jagung tersebut siap dipanen.
Program ini merupakan bagian dari kontribusi sektor non-pemerintah terhadap stabilisasi ketersediaan pangan di tengah ancaman inflasi dan krisis pangan global. Dalam pelaksanaannya, Sayuti tidak hanya bertindak sebagai penggagas, tetapi juga turun langsung ke lapangan bersama masyarakat dan kelompok tani setempat.
“Melalui penanaman jagung ini, kami ingin mendorong warga agar memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif. Ini juga bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah,” ujar Sayuti Achmad dalam keterangannya, Senin (5/8/2025).
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi model sinergi antara insan pers dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan berbasis lokal. Sayuti menambahkan bahwa para wartawan juga memiliki tanggung jawab sosial yang dapat diwujudkan tidak hanya melalui tulisan, tetapi juga tindakan nyata.
Para petani di Desa Buket Darabaro menyambut baik inisiatif ini. Mereka merasa terbantu, baik dari sisi bimbingan teknis, pendampingan selama masa tanam, hingga jaminan pemasaran hasil panen.
Abu Samad, salah satu petani yang turut terlibat dalam program ini, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Awalnya kami ragu, karena tanam jagung butuh biaya dan tenaga. Tapi setelah ada bantuan dan pendampingan dari Pak Sayuti dan tim, kami jadi semangat. Alhamdulillah sekarang sudah siap panen, hasilnya juga cukup bagus,” ujar Junaidi.
Petani lain, Munir, menyebut bahwa keberadaan program ini memberikan harapan baru bagi masyarakat desa, terutama di tengah sulitnya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga kebutuhan pokok.
“Kami berharap program seperti ini bisa berlanjut dan meluas ke desa-desa lain. Kalau lahan tidur bisa dimanfaatkan, hasilnya bisa bantu ekonomi keluarga dan juga negara,” katanya.
Program penanaman jagung ini selaras dengan imbauan Presiden RI dan Pemerintah Aceh yang mendorong masyarakat untuk memperkuat kemandirian pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Ketahanan pangan kini menjadi isu strategis, terutama menghadapi dinamika ekonomi global dan perubahan iklim.
Inisiatif Ketua PWI Kota Lhokseumawe ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan lahan 10 hektare yang kini siap panen, semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat diharapkan terus tumbuh demi masa depan pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.