Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Cut Meutia merupakan unit yang paling sibuk dan menjadi ujung tombak dalam menangani kasus-kasus darurat setiap harinya. Fasilitas ini beroperasi non-stop, 24 jam, menangani beragam kasus medis kritis. Selasa (22/04/25).
Menurut dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, IGD adalah ‘jantung’ dari rumah sakit. “Kami tidak pernah lengah, karena kami tahu setiap detik bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.
Tim medis dan paramedis disiagakan dalam sistem rotasi yang terstruktur agar tidak ada kekosongan layanan, baik siang maupun malam. Ini memastikan setiap pasien mendapat perhatian optimal sejak masuk ke IGD.
Fasilitas IGD dilengkapi dengan ruang triase, observasi, tindakan, serta peralatan canggih seperti ventilator, defibrillator, dan monitor jantung. Sistem triase memastikan pasien yang paling gawat ditangani terlebih dahulu.
“Kami prioritaskan berdasarkan tingkat kegawatannya, bukan urutan datang,” ujar dr. Syarifah.
Selain fasilitas, sumber daya manusia juga terus ditingkatkan. RSUCM secara berkala mengadakan pelatihan penanganan trauma, resusitasi, dan situasi darurat massal bagi seluruh petugas IGD.
IGD RSUCM menjalin kerja sama erat dengan rumah sakit lain dan Puskesmas. Sistem rujukan yang efisien membantu mempercepat intervensi untuk pasien-pasien kritis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Ketika ambulans dalam perjalanan, tim kami sudah bersiap. Begitu tiba, pasien langsung ditangani,” katanya.
Sebagai rumah sakit rujukan regional, RSUCM memastikan bahwa IGD tetap menjadi tempat paling siap siaga dalam segala kondisi. Fokusnya bukan hanya menyelamatkan, tapi juga memberikan pelayanan manusiawi dan bermartabat. | ADVETORIAL