Aceh Utara, DOBRAKPOST – Dayah Bustanus Sa’idah Cabang Dayah Abu Paya Pasi, yang terletak di pinggir persawahan Ujong Gampong Rawa, telah beroperasi selama empat tahun dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat.
Meskipun telah berjalan dengan baik, perhatian dari pemerintah Gampong Rawa dan Kabupaten Aceh Utara terhadap dayah ini masih minim.
Selama dua tahun terakhir, majelis taklim perempuan di dayah ini berjalan lancar, meskipun dana yang dijanjikan oleh pemerintah Gampong tidak diterima oleh ketua majelis dan guru ngaji.
Situasi mulai memanas ketika pada malam Sabtu, 26 April 2025, majelis taklim untuk kaum lelaki didirikan. Dan saat itu keusyik atau kepala desa tidak hadir.
Protes muncul dari beberapa oknum yang dipimpin oleh Geusyik Rawa, yang meminta agar jadwal majelis taklim tidak diadakan pada malam Sabtu.
“Kenapa tidak bisa diadakan di malam lain?” tanya salah satu perwakilan mereka. Namun, sekitar 50 jama’ah yang hadir menolak usulan tersebut, beralasan bahwa malam Sabtu adalah waktu yang paling tepat karena banyak warga yang berada di Gampong setelah libur kerja pada hari Jumat.
Ketegangan semakin meningkat ketika kabar beredar bahwa seorang pengusaha gas LPG dari Lhokseumawe ingin menyumbangkan satu sumur bor untuk dayah tersebut.
Namun, Geusyik Rawa enggan membuat surat penerimaan untuk sumbangan itu, yang akhirnya membuat pengusaha tersebut mengalihkan sumbangannya ke Gampong lain.
Situasi ini menciptakan ketidakpuasan di kalangan jama’ah, yang merasa bahwa keberadaan dayah dan majelis taklim mereka terancam oleh kepentingan oknum tertentu.
“Kami hanya ingin menjalankan kegiatan keagamaan kami dengan tenang,” ungkap salah satu jama’ah yang hadir.
Dengan latar belakang konflik ini, Dayah Bustanus Sa’idah kini menjadi sorotan, mencerminkan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan hak mereka untuk menjalankan kegiatan keagamaan.
Apakah pemerintah setempat akan mendengar suara masyarakat dan memberikan dukungan yang layak? Hanya waktu yang akan menjawab.
Sejak berita ini tayang, DOBRAK POST masih terus berusaha mengonnfirmasi pemerintah setempat, namun belum berhasil.
Laporan : NV