Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — DPMPPKB Aceh Utara semakin intens menyasar kelompok remaja putri dalam upaya pencegahan stunting jangka panjang.
Kepala Dinas Fuad Mukhtar menekankan bahwa remaja putri yang sehat akan menjadi ibu yang kuat dan mampu melahirkan anak-anak yang sehat.
Melalui pendekatan edukatif di sekolah dan komunitas, DPMPPKB menyampaikan pentingnya menjaga asupan gizi, mencegah anemia, serta membiasakan perilaku hidup bersih. (17/07/25).
“Jika remaja sudah paham tentang gizi, maka risiko anak stunting bisa ditekan sejak awal,” ujarnya.
Program ini dilakukan melalui kampanye Anemia-Free, pembagian tablet tambah darah, dan pelatihan kader remaja. DPMPPKB juga melibatkan ibu-ibu PKK dan tenaga kesehatan sebagai mentor remaja.
“Banyak remaja yang tidak tahu bahwa kekurangan zat besi bisa berpengaruh saat kehamilan nanti. Karena itu, kami datangi mereka sebelum terlambat,” tambah Fuad.
Menurut data DPMPPKB, angka remaja anemia di beberapa kecamatan di atas 20 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), yang menjadi faktor risiko stunting.
Dengan menjadikan remaja sebagai subjek, bukan hanya objek, DPMPPKB berharap akan lahir generasi muda yang sadar gizi dan peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungan. (ADV)