Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM– Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Kabupaten Aceh Utara terus mengokohkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang bermutu tinggi, cepat, dan berorientasi pada kenyamanan pasien. Inovasi demi inovasi digulirkan untuk menjawab harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang profesional dan ramah. Sabtu (12/04/25).
Direktur RSUCM, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, mengungkapkan bahwa transformasi pelayanan dimulai dari hal paling mendasar seperti sistem antrean dan sikap petugas. “Kami ingin rumah sakit ini terasa sebagai tempat yang menenangkan, bukan tempat yang menambah beban mental,” ujarnya.
Langkah awal adalah dengan menata ulang sistem antrean menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Ini dilakukan demi mengurangi waktu tunggu pasien dan memberikan kenyamanan sejak awal proses pelayanan.
Selain itu, pelatihan komunikasi empatik dan profesional diberikan kepada seluruh tenaga medis dan non-medis. Menurut dr. Syarifah, pelayanan publik di sektor kesehatan sangat erat dengan aspek psikologis pasien.
“Pasien datang bukan hanya membawa penyakit, tapi juga ketakutan dan kecemasan. Maka mereka perlu merasa dihargai dan dipedulikan,” ucapnya.
RSUCM juga memperbaiki kondisi ruang tunggu pasien dengan desain yang lebih terbuka, pencahayaan alami, dan tempat duduk yang nyaman. Musik lembut dan tayangan edukatif turut menemani pasien selama menunggu.
Digitalisasi menjadi tonggak lain dalam transformasi. Sistem pendaftaran elektronik, rekam medis digital, hingga kanal pengaduan daring diluncurkan untuk mengurangi kesalahan dan mempercepat proses.
Pasien kini bisa memberikan penilaian terhadap layanan yang mereka terima melalui survei daring maupun kotak saran manual. Hasilnya digunakan sebagai dasar evaluasi berkala.
RSUCM mengembangkan aplikasi mobile untuk pendaftaran online dan konsultasi awal. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memilih waktu kunjungan dan mendapatkan informasi layanan lebih cepat.
“Transformasi ini bukan proyek semusim, tapi budaya yang ingin kami tanamkan secara berkelanjutan,” tegas dr. Syarifah. | ADVETORIAL