Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, akrab disapa Ayahwa, resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan lokasi hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Pembangunan Huntara akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan PT Nindya Karya, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, menyampaikan bahwa SK penetapan lokasi Huntara tahap pertama telah diserahkan kepada BNPB sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
“Per 30 Desember 2025, Bupati Ayahwa telah menandatangani penetapan lokasi hunian sementara tahap satu. Untuk tahap berikutnya akan segera ditetapkan dan kembali dikirimkan ke BNPB agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan,” ujar Jamaluddin.
Adapun lokasi Huntara tahap pertama tersebar di beberapa kecamatan terdampak banjir, yakni Desa Matang Baroh dan Desa Kuala Cangkoy di Kecamatan Lapang. Selanjutnya, Desa Buket Linteung, Leubok Pusaka, Simpang Tiga, Tanjong Dalam, dan Desa Cot Bada di Kecamatan Langkahan.
Selain itu, Huntara juga akan dibangun di Desa Ulee Rubek Barat dan Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Jamaluddin menambahkan, Bupati Ayahwa secara khusus meminta BNPB agar pembangunan hunian sementara dapat dirampungkan sebelum memasuki bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari mendatang.
Hal ini dimaksudkan agar para korban banjir dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan lebih aman dan tenang.
“Kami masih menunggu jadwal pasti dimulainya pembangunan dari BNPB. Harapannya, hunian sementara ini dapat segera dibangun dan ditempati sebelum Ramadan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 merendam sedikitnya 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
Daerah ini tercatat mengalami tingkat kerusakan paling parah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga saat ini, tercatat 229 korban jiwa meninggal dunia, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang. (ADVERTORIAL)









