Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM — Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) diakui secara medis dan global sebagai periode emas untuk tumbuh kembang anak.
DPMPPKB Aceh Utara menjadikan masa ini sebagai fokus utama dalam strategi pencegahan stunting, dengan memperkuat edukasi dan layanan bagi ibu hamil hingga anak usia dua tahun. (16/06/25)
Kepala Dinas, Fuad Mukhtar, mengatakan bahwa kesalahan intervensi di masa 1.000 HPK dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, DPMPPKB bersinergi dengan puskesmas dan penyuluh lapangan untuk mengawasi dan mendampingi keluarga sasaran secara intensif.
“Mulai dari status gizi ibu, pemeriksaan kehamilan, asupan makanan, hingga pemberian ASI eksklusif dan MPASI sehat, semuanya kami perhatikan. Ini kerja besar yang butuh ketekunan,” ujar Fuad di sela pertemuan koordinasi lintas sektor.
DPMPPKB juga memanfaatkan platform Kampung KB untuk memperluas jangkauan edukasi 1.000 HPK. Di sana, ibu-ibu muda mendapatkan pelatihan membuat makanan bergizi dari bahan lokal serta pendampingan psikologis agar tetap sehat mental selama kehamilan.
Fuad mengingatkan bahwa peran suami juga sangat krusial dalam keberhasilan program ini. Oleh sebab itu, edukasi dalam pendekatan gender menjadi bagian dari intervensi berbasis keluarga.
“Jika masa 1.000 HPK ini gagal, maka kita sedang membangun generasi yang lemah. Tapi jika berhasil, kita telah membangun pondasi bangsa yang tangguh,” pungkasnya tegas. (ADV)