Aceh Utara, DOBRAKPOST. COM – Semangat kebangkitan sektor pertanian terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa) dan Wakil Bupati Tarmizi (Panyang).
Meski sempat diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025, pemerintah daerah optimistis mampu mengembalikan produktivitas lahan pertanian sekaligus mencapai target tanam padi musim gadu tahun 2026.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah besar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menargetkan luas tanam padi musim gadu tahun 2026 mencapai lebih dari 33 ribu hektare lahan sawah produktif yang tersebar di wilayah timur, tengah, dan barat Aceh Utara.
Target tersebut mencakup lahan pertanian yang sebelumnya terdampak banjir serta kawasan yang sedang menjalani proses rehabilitasi dan normalisasi jaringan irigasi.
Bupati Aceh Utara, Ayah Wa, menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian pascabencana menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari percepatan rehabilitasi sawah, normalisasi saluran irigasi, perbaikan bendung yang rusak, hingga pendampingan langsung kepada petani agar proses tanam dapat kembali berjalan optimal.
“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Utara. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan para petani dapat kembali mengelola lahannya dan memperoleh hasil yang maksimal. Ini bukan hanya tentang produksi pangan, tetapi juga tentang menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujar Ayah Wa.
Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara menunjukkan bahwa banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 berdampak terhadap sekitar 18.316 hektare lahan sawah atau hampir 46 persen dari total luas baku sawah yang ada. Namun demikian, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan langkah-langkah pemulihan agar lahan yang terdampak dapat kembali produktif.
Selain perbaikan infrastruktur pertanian, keberhasilan target tanam juga didukung oleh kerja keras para penyuluh pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka terus mendampingi petani mulai dari proses persiapan lahan hingga masa tanam guna memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung pemulihan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga mendorong penyaluran bantuan benih, penguatan sarana produksi pertanian, serta percepatan pemulihan jaringan irigasi yang menjadi kebutuhan utama petani.
Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Faisal Mulyawan, menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan produktivitas rata-rata padi pada musim tanam gadu 2026 mencapai 5,9 ton per hektare. Capaian tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Aceh Utara sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh elemen masyarakat, Aceh Utara optimistis mampu bangkit lebih cepat dari dampak bencana serta mewujudkan sektor pertanian yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
Pemulihan pertanian yang sedang berjalan hari ini bukan sekadar upaya mengembalikan lahan yang terdampak banjir, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat perekonomian daerah menuju Aceh Utara yang lebih sejahtera. ADVETORIAL










