Dobrak Post
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan
Dobrak Post
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
Dobrak Post
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan

Kritik Harus Berbasis Argumentasi dan Data, Bukan Menyerang Personal

Jamal by Jamal
15 Juni 2026
in Aceh
A A
0
Kritik Harus Berbasis Argumentasi dan Data, Bukan Menyerang Personal
Share on FacebookShare on Twitter

Aceh, DOBRAKPOST.COM | Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat. Namun pada saat yang sama, Indonesia juga merupakan negara hukum (nomokrasi), sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, kebebasan berekspresi tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab moral, etika, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyoroti pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang menyampaikan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto dengan menggunakan analogi nama kucing yang disebut “Prabodoh Subiantolol” serta menggambarkannya sebagai kucing yang berkurap dan scabies. Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di ruang publik dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat maupun sejumlah tokoh nasional.

Dalam negara demokrasi yang sehat, kritik terhadap pemerintah merupakan sesuatu yang wajar bahkan diperlukan. Kritik berfungsi sebagai alat kontrol sosial agar kekuasaan tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik. Namun kritik yang berkualitas seharusnya berfokus pada kebijakan, program, keputusan, maupun kinerja pemerintah, bukan pada penghinaan personal yang berpotensi mengaburkan substansi persoalan.

Related Posts

Persaingan Ketua PWI Aceh 2026-2031 Mulai Menghangat, Sayuti Achmad Ambil Formulir

Persaingan Ketua PWI Aceh 2026-2031 Mulai Menghangat, Sayuti Achmad Ambil Formulir

6 Oktober 2026
Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Bulog Bungkam

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Bulog Bungkam

21 September 2026
Terkait Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI, Ini Sikap PWI Aceh

Terkait Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI, Ini Sikap PWI Aceh

27 Agustus 2026
YARA Lhokseumawe Minta keseriusan Polres Lhokseumawe Usut Tuntas Dugaan Pidana Kerusakan Jalan

YARA Lhokseumawe Minta keseriusan Polres Lhokseumawe Usut Tuntas Dugaan Pidana Kerusakan Jalan

26 Agustus 2026

Dalam konteks tersebut, cara penyampaian kritik yang dilakukan Tiyo Ardianto patut menjadi bahan evaluasi. Seorang aktivis atau intelektual publik seharusnya mampu membedakan antara kritik terhadap kebijakan dengan penghinaan terhadap pribadi. Ketika energi kritik lebih banyak dihabiskan untuk membuat julukan yang merendahkan daripada menyusun argumentasi yang kuat, maka substansi yang ingin disampaikan justru berisiko hilang. Publik akhirnya lebih fokus membahas kontroversi ucapannya daripada persoalan kebijakan yang mungkin sebenarnya ingin dikritik.

Selain itu, pendekatan semacam ini menunjukkan kecenderungan berpikir yang kurang produktif dalam tradisi demokrasi modern. Demokrasi tidak diukur dari seberapa keras seseorang menghina pemimpin, melainkan dari seberapa kuat argumentasi yang dapat ia bangun untuk menguji kebijakan negara. Jika seorang pengkritik merasa memiliki data, fakta, dan analisis yang lebih baik, maka ruang akademik, forum publik, media massa, hingga media sosial menyediakan banyak sarana untuk menyampaikannya secara bermartabat. Kritik yang cerdas akan memperkuat posisi pengkritik itu sendiri, sedangkan kritik yang bernuansa penghinaan justru berpotensi mengurangi kredibilitas pesan yang ingin disampaikan.

Jika terdapat keberatan terhadap program Makan Bergizi Gratis, kebijakan ekonomi, kebijakan luar negeri, atau arah pembangunan nasional, maka kritik seharusnya disampaikan melalui data, kajian akademik, argumentasi yang rasional, dan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cara demikian, publik dapat menilai secara objektif apakah suatu kebijakan memang layak dikritik atau justru perlu didukung.

Sebaliknya, ketika kritik berubah menjadi serangan personal melalui julukan, olok-olok, atau penghinaan terhadap individu, maka ruang diskusi publik kehilangan kualitas intelektualnya. Perdebatan tidak lagi membahas solusi atas persoalan bangsa, melainkan terjebak dalam konflik emosional yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran filsuf dan ilmuwan sosial Jerman, Jürgen Habermas, dalam karyanya The Structural Transformation of the Public Sphere. Habermas menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan public sphere (ruang publik) yang diisi oleh perdebatan rasional, argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pertukaran gagasan berbasis fakta. Menurutnya, kualitas diskusi publik akan menurun ketika perdebatan bergeser dari pembahasan substansi menuju serangan terhadap pribadi atau karakter individu. Karena itu, kritik yang efektif dalam demokrasi seharusnya diarahkan pada kebijakan, keputusan, dan tindakan pemerintah melalui argumentasi yang logis dan berbasis data, bukan melalui penghinaan personal yang justru mengaburkan tujuan utama kritik itu sendiri.

Sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo tentu tidak kebal terhadap kritik. Bahkan dalam sistem demokrasi, setiap pemegang kekuasaan harus siap menerima pengawasan dan kritik dari rakyat. Namun penghormatan terhadap jabatan kepala negara juga merupakan bagian dari budaya demokrasi yang beradab. Kritik yang keras tetap dapat disampaikan tanpa harus merendahkan martabat pribadi seseorang.

Di sinilah pentingnya memahami bahwa Indonesia bukan hanya negara demokrasi, tetapi juga negara nomokrasi. Demokrasi memberikan ruang kebebasan, sedangkan nomokrasi memastikan kebebasan tersebut dijalankan dalam koridor hukum dan etika. Kedua prinsip tersebut harus berjalan beriringan agar kehidupan berbangsa tetap sehat dan produktif.

Generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa, memiliki tradisi panjang sebagai kelompok intelektual yang kritis terhadap kekuasaan. Namun sejarah juga menunjukkan bahwa kritik mahasiswa yang paling berpengaruh adalah kritik yang dibangun di atas riset, data, argumentasi, dan gagasan alternatif yang menawarkan solusi. Kritik seperti itulah yang mampu mengubah kebijakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, perdebatan yang muncul akibat kasus Tiyo Ardianto seharusnya menjadi momentum refleksi bersama. Kita boleh berbeda pandangan terhadap Presiden Prabowo, mendukung ataupun mengkritiknya, tetapi kualitas demokrasi Indonesia akan jauh lebih baik apabila setiap kritik disampaikan secara substantif, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan kebijakan, bukan pada serangan personal. Sebab pada akhirnya, yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar suara yang keras, melainkan gagasan yang cerdas dan solusi yang konkret.

 

Oleh: Muhammad Fadli S.H., CPLA Dewan Pembina Aliansi Mahasiswa Nusantara

Tags: AcehKRITIKNewsOPINI
ShareTweetPinSendShare
Previous Post

Apa Itu Advokat? Mari Luruskan Pemahaman Publik di Aceh Timur

Next Post

Anggaran Perjalanan Dinas Perkim Aceh Utara Capai Rp1,04 Miliar, Satu Paket Tembus Rp526 Juta

Konten terkait

Persaingan Ketua PWI Aceh 2026-2031 Mulai Menghangat, Sayuti Achmad Ambil Formulir
Aceh

Persaingan Ketua PWI Aceh 2026-2031 Mulai Menghangat, Sayuti Achmad Ambil Formulir

6 Oktober 2026

Banda Aceh, DOBRAKPOST.COM | Bursa pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026-2031...

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Bulog Bungkam
Aceh

Pagar Gudang Bulog Lhokseumawe Diduga Gunakan Besi Bekas, Kepala Bulog Bungkam

21 September 2026

Lhokseumawe, DOBRAKPOST.COM | Material yang digunakan dalam pembangunan pagar gudang Bulog di Kota Lhokseumawe...

Terkait Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI, Ini Sikap PWI Aceh
Aceh

Terkait Pemukulan Wartawan oleh Oknum TNI, Ini Sikap PWI Aceh

27 Agustus 2026

Aceh Utara, DOBRAKPOST.COM | Kericuhan antar-supporter yang terjadi di Lapangan Sepakbola Bumigas Blang Jruen,...

YARA Lhokseumawe Minta keseriusan Polres Lhokseumawe Usut Tuntas Dugaan Pidana Kerusakan Jalan
Aceh

YARA Lhokseumawe Minta keseriusan Polres Lhokseumawe Usut Tuntas Dugaan Pidana Kerusakan Jalan

26 Agustus 2026

Lhokseumawe, DOBRAKPOST.COM | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe untuk...

Next Post
Anggaran Perjalanan Dinas Perkim Aceh Utara Capai Rp1,04 Miliar, Satu Paket Tembus Rp526 Juta

Anggaran Perjalanan Dinas Perkim Aceh Utara Capai Rp1,04 Miliar, Satu Paket Tembus Rp526 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

  • Dr. Bukhari Nilai Sayuti Achmad Layak Pimpin PWI Aceh Periode 2026–2031

    Dr. Bukhari Nilai Sayuti Achmad Layak Pimpin PWI Aceh Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayuti Achmad Tancap Gas Menuju Ketua PWI Aceh, Dukungan 15 Daerah Dikantongi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JMSI Padukan Pendidikan Jurnalistik dengan Penganugerahan Mitra Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari 800 Tahun Samudera Pasai Menuju Babak Baru Aceh Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Warung Kopi hingga Forum Resmi, Ayahwa Buka Ruang Mendengar Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terbaru

Dr. Bukhari Nilai Sayuti Achmad Layak Pimpin PWI Aceh Periode 2026–2031

Dr. Bukhari Nilai Sayuti Achmad Layak Pimpin PWI Aceh Periode 2026–2031

22 Oktober 2026
Sayuti Achmad Tancap Gas Menuju Ketua PWI Aceh, Dukungan 15 Daerah Dikantongi

Sayuti Achmad Tancap Gas Menuju Ketua PWI Aceh, Dukungan 15 Daerah Dikantongi

19 Oktober 2026
Soroti Proyek Drainase, Kabid SDA PUPR Lhokseumawe Tantang Wartawan Berkelahi

Soroti Proyek Drainase, Kabid SDA PUPR Lhokseumawe Tantang Wartawan Berkelahi

18 Oktober 2026
Asap Karhutla Sumsel Merambah Aceh, Warga Lhokseumawe Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Asap Karhutla Sumsel Merambah Aceh, Warga Lhokseumawe Diminta Kurangi Aktivitas Luar

15 Oktober 2026
JMSI Padukan Pendidikan Jurnalistik dengan Penganugerahan Mitra Strategis

JMSI Padukan Pendidikan Jurnalistik dengan Penganugerahan Mitra Strategis

13 Oktober 2026
Dobrak Post

Berita terkini dan terpercaya di DobrakPost.com. Kami hadirkan arus informasi yang tajam dan kritis ke dalam genggaman Anda.

Tags Trending

Aceh Aceh Tenggara Aceh Utara Aceh Utara Bangkit Advetorial Alas Ayahwa BANDA ACEH Banjir Bantuan Bener Meriah BUPATI BUPATI ACEH UTARA dana desa Dinkes DPMPPKB Indonesia JMSI kepala desa Kesehatan Kuta Cane KUTACANE Lhokseumawe MAHASISWA News PANWASLIH PEMA PEMKAB ACEH UTARA Pilkada PILKADA 2024 Polda Aceh Polisi Polres Polres Aceh Utara Polres Lhokseumawe Populer Proyek PWI RSUCM RSU Cut Mutia STUNTING TNI Walikota Wartawan YARA

Media Sosial

  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks

© 2025 Dobrak Post. Diterbitkan oleh PT Dobrak Media Utama.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Aceh
  • Sumut
  • Advertorial
  • Kriminal
  • Kolom
  • Internasional
  • Politik
  • Olahraga
  • Hiburan

© 2025 Dobrak Post. Diterbitkan oleh PT Dobrak Media Utama.